Cara menghitung harga laundry kiloan yang masih untung
Banyak outlet menetapkan harga dari harga tetangga, bukan dari biayanya sendiri. Ini urutan hitungannya.
Harga per kilogram terlihat seperti satu angka, tapi sebenarnya tumpukan dari empat hal: bahan, listrik dan air, tenaga kerja, serta biaya tetap outlet. Kalau salah satunya tidak dihitung, margin yang kamu rasa ada sebetulnya sudah habis di bulan itu.
1. Hitung biaya variabel per kilogram
Biaya variabel adalah yang naik seiring volume: deterjen, pewangi, plastik kemas, listrik mesin, dan air. Cara paling jujur mengukurnya bukan menebak, tapi mencatat pemakaian satu bulan penuh lalu membaginya dengan total kilogram yang masuk.
| Komponen | Contoh per kg |
|---|---|
| Deterjen & pewangi | Rp 900 |
| Listrik mesin cuci & pengering | Rp 1.400 |
| Air | Rp 300 |
| Plastik & label | Rp 400 |
| Total variabel | Rp 3.000 |
Angka di atas contoh, bukan patokan. Isi dengan pencatatan outlet-mu sendiri.
2. Bagi biaya tetap ke volume realistis
Sewa tempat, gaji pegawai, internet, dan penyusutan mesin tidak berubah walau cucian sedang sepi. Jumlahkan semuanya per bulan, lalu bagi dengan volume kilogram yang realistis - bukan target optimis.
Contoh: biaya tetap Rp 9.000.000 per bulan dengan volume 1.500 kg berarti Rp 6.000 per kg. Kalau kamu memakai target 2.500 kg yang belum pernah tercapai, harga jualmu akan terlalu murah sejak hari pertama.
3. Tambahkan margin, jangan sisakan
Biaya variabel Rp 3.000 ditambah biaya tetap Rp 6.000 menghasilkan titik impas Rp 9.000 per kg. Margin 25% membawa harga jual ke sekitar Rp 11.500 - dibulatkan jadi Rp 12.000 supaya mudah di kasir.
Margin bukan keuntungan bersih. Ia juga menutup cucian yang harus diulang, komplain, dan bulan-bulan sepi. Di bawah 20% biasanya terasa sesak begitu ada satu mesin rusak.
4. Pisahkan layanan yang memang lebih mahal
Express, bed cover, dan setrika saja punya struktur biaya berbeda - biasanya tenaga kerja lebih besar, bukan bahan. Menyamaratakan semuanya ke satu harga kiloan membuat layanan berat mensubsidi layanan ringan, dan margin totalmu ikut turun.
5. Tinjau ulang tiap tiga bulan
Harga deterjen dan tarif listrik bergerak. Tanpa data pemakaian dan omzet per layanan, kamu hanya bisa menebak kapan harus menaikkan harga. Dengan pencatatan yang rapi, keputusan itu jadi soal membaca angka.
Gelemboong mencatat mutasi stok tiap order dan memisahkan omzet per layanan, jadi hitungan di atas tidak perlu ditebak lagi.
Coba Gratis